RPP TEKS DESKIPSI


RANCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah             : SMPN 2 JAMBLANG
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester          : VIII/ I
Standar Kompetensi   :4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan , surat dinas, dan petunjuk
Kompetensi Dasar       :4.3 Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif
Alokasi Waktu            : 1 x Pertemuan (2 x 40 menit)
A.    Tujuan Pembelajaran
                    ¯            Peserta didik dapat Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif

B.     Materi Pembelajaran
                    ¯            Penulisan bahasa petunjuk
                    ¯            Ciri-ciri bahasa petunjuk


v  Karakter siswa yang diharapkan: - Jujur.
-          Tanggung jawab
-          Kreatif
C.     Metode Pembelajaran
                    ¯            Pemodelan/ Demonstrasi
                    ¯            Diskusi
                    ¯            Inkuiri
D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama


1.      Kegiatan Awal.
Apresepsi
-          Guru menjelaskan tentang materi pembelajaran
-          Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang materi pembelajaran
2.      Kegiatan Inti
-          Peserta didik dapat memahami bahasa petunjuk
-          Peserta didik membaca petunjuk dengan pemodelan
-          Peserta didik mendiskusikan urutan-urutan bahasa petunjuk
-          Peserta didik menyimpulkan ciri-ciri bahasa petunjuk
-          Peserta didik membuat bahasa petunjuk melakukan sesuatu
3.      Kegiatan Penutup
-          Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
-          Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
-          Guru bersama peserta didik memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
-          Guru bersama peserta didik merencanakan kegiatan berikutnya
E.     Sumber Belajar
        ¯            Buku Bahasa Indonesia kelas 8 halaman 44-46
        ¯            Kbbi (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
F.      Penilaian
a.       Teknik                   : Tes Tulis
b.      Instrumen             : Tes Uraian
c.       Soal                       : 1. Susunlah bahasa petunjuk sesuai dengan kaidah Bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
No
Aspek
Skor
1
Peserta didik dapat mendata urutan melakukan sesuatu
4
2
Peserta didik tidak dapat mendata urutan melakukan sesuatu
1
3
Peserta didik dapat menulis dengan bahasa yang efektif
4
4
Peserta didik tidak dapat menulis dengan bahasa yang efektif
1
5
Jumlah
10


Penghitungan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100
 Skor maksimum (100)
Nilai akhir =     Pemerolehan skor  x  skor ideal (10)   
Jamblang,27 Oktober 2015
Kepala Sekolah                                                                                   Guru Pamong


H.Suherman, S.Pd, M.Mpd.                                                               H. Sarjima S.Pd        
NIP: 196305061984121004                                                   NIP: 196304211983051004
                                           Praktikan


                                          Santi Nindi Asih
                                                NPM: 112050105


LEMBAR KERJA SISWA
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Materi Pembelajaran   : Menulis bahasa petunjuk
Hari/tanggal                :
Kelas / Semester          :
Nama / Kelas               :


1.       Susunlah bahasa petunjuk sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, pilih dua diantara petunjuk dibawah ini;
a.       Membuat Nasi goreng ayam
b.      Membuat Es kelapa muda gula jawa
c.       Membuat rujak buah sambal kacang
d.      Cara menyetrika seragam sekolah
e.       Membuat telor dadar
Jawaban:
1.      ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2.      ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

MATERI PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran                                    : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester                      : VIII / I
Materi                                      : A. Menyusun Bahasa Petunjuk
                                                B. Ciri-ciri bahasa petunjuk
A. Menyusun Bahasa Petunjuk
Sebuah petunjuk yang baik perlu memperhatikan bahasa yang digunakan pada sebuah petunjuk agar petunjuk tersebut  mudah diikuti oleh orang yang hendak membuat, memakai, atau melakukan sesuatu dengan suatu barang atau produk tertentu.
1.  Singkat dan informatif
Bahasa petunjuk harus singkat  berarti  dalam petunjuk tersebut hanya mencantumkan hal-hal  yang dianggap penting  dan bahasa yang digunakan pun harus informatif, artinya berisi langkah-langkah yang mudah diikuti oleh pemakai/pengguna.
2. Tidak menyesatkan (logis)
Bahasa petunjuk juga tidak boleh menyesatkan. Artinya, langkah-langkah diberikan itu harus berurut dan sistematis. Antara urutan yang satu dan urutan yang lain harus  praktis, logis, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda pada pemakai.
3. Langsung menuju kepada hal yang akan dilakukan
Bahasa petunjuk pun harus langsung kepada hal-hal yang akan dilakukan (tidak bertele-tele). Artinya, langkah-langkah yang dicantumkan hanya langkah-langkah yang penting dan tidak bertele-tele agar tidak terjadi ketumpangtindihan informasi.  Bahasa yang digunakan harus jelas dan lugas atau menggunakan kata-kata yang sudah umum digunakan. Tidak lupa untuk menambahkan gambar agar petunjuk tersebut lebih jelas dan menarik
Menyusun Petunjuk dengan Sajian Bahasa yang Efektif
Kalimat dalam petunjuk haruslah efektif agar apa yang disampaikan tepat dan  tidak salah pengertian. Kalimat efektif dalam petunjuk dapat menuntun calon pemakai/pembuat/pengguna  suatu barang atau produk untuk bisa mengikuti langkah-langkah dalam petunjuk tersebut. Nah, coba perhatikan langkah-langkah menulis petunjuk berikut ini
  1. Tentukan terlebih dahulu petunjuk apa yang hendak diinformasikan, apakah petunjuk memakai sesuatu,  membuat sesuatu, atau  melakukan sesuatu.
  2. Setelah menentukan petunjuk apa yang akan diinformasikan, kamu harus memahami semua hal yang berhubungan dengan apa yang hendak  diinformasikan. Oleh karena itu, orang yang akan menulis petunjuk tersebut  adalah orang yang pernah mengalami, mempraktikkan, atau melihat langsung suatu hal yang akan diinformasikan. Tulislah petunjuk secara  berurutan dan sistematis.

  1. Lengkapilah setiap tahapan dengan keterangan  dan rambu-rambu yang jelas.  Lebih bagus dan menarik lagi apabila ditambah dengan gambar, denah,  bagan, atau grafik jika diperlukan.
Tulislah petunjuk dengan menggunakan bahasa yang singkat dan informatif, tidak menyesatkan, dan langsung menuju kepada hal-hal yang akan dilakukan. Gunakan bahasa yang lugas. Selain itu, hindari kata-kata atau istilah yang sulit dipahami. Sebaiknya gunakan kata kunci yang biasa digunakan antara lain dalam sebuah petunjuk, seperti ambil, langkah pertama, selanjutnya, kemudian, sesudah itu,  dan tahap terakhir.
B. Ciri-ciri bahasa petunjuk
1. Menggunakan kalimat perintah halus
Jenis kalimat yang digunakan pada bahasa petunjuk adalah kalimat perintah namun kalimat perintah halus. Salah satu ciri kalimat perintah halus adalah tidak menggunakan tanda seru pada akhir kalimat.Misalnya:
a. Panaskan air sebanyak 3 gelas.
b. Kupas buah nanas dan potong tipis-tipis. 
2. Menggunakan kata dengan makna lugas
Kata-kata yang digunakan dalam bahasa petunjuk adalah kata-kata dengan makna lugas, yaitu makna yang tidak dipengaruhi nilai rasa. Bandingkan penggunaan bahasa seperti berikut ini.
No.

Bermakna Lugas
Bermakna Kias

1.

Panaskan air sebanyak
3 gelas.

Hatiku panas mendengar
ejekannya.
2.

Rebus sampai airnya
berwarna merah.

Bicaranya memerahkan
telinga.

3.
Kupas buah dan
potonglah.
Ibu membawa buah tangan.



3. Tidak menimbulkan keraguan
Jika petunjuk itu menyangkut ukuran misalnya, jangan sampai menimbulkan keraguan bagi pembaca
No.

Jelas
Kurang Jelas
1.

Tuangkan satu sendok
teh garam dapur.

Tuangkan sedikit garam
dapur lembut.

2.

Rebuslah adonan selama
5 menit.


Rebuslah adonan sebentar.

 4. Menggunakan kalimat yang singkat, padat, namun jelas
Jika sebuh kalimat yang pendek mampu mengutarakan sebuh informasi, mengapa harus menggunakan kalimat yang panjang. Namun demikian, jika sebuah kalimat terpaksa harus
disajikan dalam kalimat yang panjang demi kejelasan informasi maka bukan berarti harus dipendekkan juga.


Comments

Popular posts from this blog

Dengan Puisi, Aku (taufiq ismail)

APRESIASI PUISI ANALISIS SAJAK MENGGUNAKAN RESPON PEMBACA

Khawatir perihal jodoh?