APRESIASI PUISI ANALISIS SAJAK MENGGUNAKAN RESPON PEMBACA



KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah swt. Atas berkat rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyalesaikan tugas makalah ini, shalawat serta salam tak lupa penulis curahkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W serta keliarganya, sahabatnya dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
            Makalah ini berisi tentang mengulas Pendekatan Respons Pembaca dalam pembelajaran apresiasi puisi. Model respons pembaca adalah model pengajaran apresiasi puisi yang menitikberatkan kepada respons pembaca sebagai pembaca karya sastra. Menurut teori respons pembaca,  peran pembaca sangat penting dan dominan dalam memahami sebuah karya sastra dan mengkaji karya sastra tidak lagi harus berorientasi pada teks melainkan pada aspek pembacanya.
            Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini tidak luput dari kekurangan, sehingga sangat diharapkan saran dan kritikannya untuk penulis agar menjadikan kedepannya lebih baik lagi, terutama dalam hal menulis tersebut.
            Demikianlah makalah ini dibuat, semoga berguna bagi pembaca dan penulisnya.
                       



                                                                                                Penulis
Cirebon Desember,2013

                                   

BAB I
PENDAHULUAN
1.1              LATAR BELAKANG
Puisi sebagai salah satu sebuah karya seni sastra dapat dikaji dari bermacam-macam aspeknya. Puisi dapat dikaji struktur dan unsur-unsurnya, mengingat bahwa puisi itu adalah struktur yang tersusun dari bermacam-macam unsur dan sarana-sarana kepuitisan.
Puisi adalah karya seni sastra. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra. Rene Wellek dan Warren (1968.hlm.25) mengemukakan bahwa paling baik kita memandang kesusastraan sebagai karya yang didalamnya fungsi estetiknya dominan, yaitu fungsi seninya yang berkuasa.
Memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan social Sapardi (1979: 1).
Dalam ilmu sastra telah di kembangkan berbagai pendekatan terhadap masalah ini. Salah satu diantaranya bersifat eksperimental, teks tertentu disajikan kepada pembaca tertentu. Baik secara individual maupun secara kolektif, agar mereka memberikan tanggapan, yang kemudian dianalisis dari segi tertentu. Penelitian semacam itu dapat dilakukan dengan memberikan daftar pertanyaan, kemudian jawaban responden dianalisis secara sistematis dan kuantitatif, dapat pula dipancing analisis yang tak terarah dan bebas, yang kemudian diberi analisis kualitatif.
Berdasarkan teori-teori yang penulis dapatkan, baik dari dosen ataupun buku yang penulis baca. Dalam makalah ini penulis akan mengkaji sastra khususnya puisi dengan menggunakan Pendekatan Respon Pembaca. Karya sastra menyediakan pengalaman yang beragam bagi pembacanya. Membaca karya satra dengan demikian berpetualangan didaerah pengalaman yang tidak diharapkan (Teew, 1989:25-27). Keseharian pengalaman pembaca mungkin dapat ditemukan dalam karya sastra, mungkin juga tidak akan dapat ditemukan.

1.2              RUMUSAN MASALAH
a.                   Bagaimana pandangan pembaca terhadap suatu karya satra terutama puisi yang telah disiapkan oleh penulis?
b.                  Ingin melihat respons atau pendapat mengenai suatu karya sastra, yang didalamnya terdapat ruangan kosong sehingga dapat menafsirkan pendapatnya masing-masing.

1.3              TUJUAN PENELITIAN
a.                   Dapat mengetahui pandangan pembaca terhadap suatu karya satra terutama puisi yang telah disiapkan oleh penulis?
b.                  Dapat mengetahui respons atau pendapat mengenai suatu karya sastra, sehingga pembaca dapat memperoleh kesan dan pengalaman masing-masing.

1.4              TEKNIK PENELITIAN
1.                  Menyiapkan satu puisi yang dianggap paling menarik oleh penulis.
2.                  Mengumpulkan responden.
3.                  Melakukan wawancara langsung kepada responden, setelah responden membaca puisi tersebut.
4.                  Pwngumpulan data.










BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PUISI

Pada Suatu Hari Nanti

Sapardi Djoko Damono


Pada suatu hari nanti,
Jasadku tak akan ada lagi,
Tapi dalam bait-bait sajak ini,
Kau tak akan kurelakan sendiri.

Pada suatu hari nanti,
Suaraku tak terdengar lagi,
Tapi di antara larik-larik sajak ini.

Kau akan tetap kusiasati,
Pada suatu hari nanti,
Impianku pun tak dikenal lagi,
Namun di sela-sela huruf sajak ini,
Kau tak akan letih-letihnya kucari.





2.2 ANALISIS DARI RESPONDEN
            Penulis memberikan daftar pertanyaan kepada responden sebagai berikut:
Daftar Pertanyaan :
1.                  Bagaimana pendapat anda tentang puisi tersebut? jelaskan !
2.                  Adakah hal menarik yang anda kutip dari puisi tersebut? Jika ada jelaskan alsannya?
3.                  Bagaimana perasaan anda ketika membaca puisi tersebut? Apakah sedih, bahagia, terharu, terpukau, atau biasa saja. Jelaskan alasan anda?
4.                  Apakah anda mengalami pengalama yang sama, ataukah anda memperoleh pengalaman yang baru ketika membaca puisi tersebut?
5.                  Kemukakan pendapat anda tentang puisi tersebut dari segi tema, irama, nada, dan suasana puisi?
6.                  Nilai positif apakah yang anda dapatkan setelah membaca puisi tersebut?
7.                  Setelah anda membaca dan mengapresiasikan puisi tersebut, kepada siapa anda menyarankan atau merekomendasikan puisi ini untuk dibaca? Kemukakan alasannya?



2.2.1 Responden 1 (yulis savina)
1.                  Puisi yang berjudul “pada suatu hari nanti” menurut saya puisinya sangat bagus. Karena saya sendiri sebagai pembaca merasa sangat tersetuh dengan kata-kata puisi tersebut, yang dimana pada puisi ini menceritakan tentang suatu kematian dan jika dirinya sudah meninggal tetapi ia berharap sosoknya masih selalu dikenang.
2.                  Hal menarik pada puisi tersebut terdapat pada kata “pada suatu hari impianku pun tak di kenal lagi namun di sela-sela huruf sajak ini kau tak akan letih-letihnya kucari” karena pada larik tersebut menceritakan tentang impiannya meskipun impiannya itu sudah tidak dikenal lagi tapi ia berusaha akan tetap mencari di sela-sela huruf sajak.
3.                  Perasaan saya setelah membaca puisi ini sangat terharu. Karena tema dari puisi itu sendiri adalah menceritakan tentang kematian.
4.                  Setelah saya membaca puisi yang berjudul “pada suatu hari nanti” saya mendapat pengalaman baru karena dari puisi tersebut saya dapat mengambil pelajaran bahwa ketika hidup di dunia kita harus bisa bermanfaat dan berguna untuk orang lain agar meskipun kita sudah meninggalpun jasa dan sosok  kita akan tetap dikenang.
5.                  Tema dari puisi “pada suatu hari nanti” menurut saya temanya adalah menceritakan tentang kematian. Yang dimanna ketika penulis itu sudah meninggal tapi penulis berharap dirinya masih bisa dikenang.
6.                  Nilai positive setelah saya membaca puisi tersebut adalah motivasi. Karena isi dari puisi tersebut sangat memotivasi untuk kita semua.
7.                  Setelah saya membaca puisi yang berjudul “pada suatu hari nanti” saya merekomendasikan puisi ini untuk semua orang termasuk saya karena puisi ini sangat memotivasi kita semua agar kita bisa bermanfaat dan berguna untuk semua orang agar meskipun kita sudah meninggalpun jasa kita tetap dikenang.
2.2.2 Responden 2 (fitrotunnisa)
1.                  Puisi ini sangat bagus dan menarik, juga tercipta dari penyair terkenal. Puisi ini juga sangat romantis, karena penyair menggambarkan rasa cintanya terhadap seseorang dituangkan melalui sajak-sajak yang indah.
2.                  Ada. Dalam puisi tersebut penyair menggunakan diksi ( pilihan kata) yang sederhana tetapi memiliki makna yang luas, sehingga pesan yang disampaikan untuk pembaca dapat disampaikan dan dimengerti oleh pembaca dengan mudah dan menarik. Seperti dalam baitnya yang “pada suatu hari nanti/suara ku tak terdengar lagi/ tapi diantara larik-larik sajak ini/ kau tetap ku siasati”.
3.                  Perasaan saya terharu setelah membaca puisi tersebut. Karena, penyair menggambarkan suasana hatinya dengan jelas melalui bait-bait puisi yang dia tulis. Dan seolah-olah membuat pembaca ikut merasakan apa yang dialami oleh penyair pada saat itu.
4.                  Setelah saya membaca puisi diatas, saya mendapatkan pengalaman baru yang saya dapatkan melalui isi tiap-tiap bait puisi tersebut. Saya mendapatkan sebuah nasehat. Ketika, suatu hari nanti apabila jasad kita sudah tidak ada lagi di bumi ini, namun sebuah karya kita dan kebaikan kita saat masih hidup tentunya dapat dinilai dan tetap dinikmati oleh semua orang. Dan keabaidan yang nyata itu memang benar ada.
5.                  Tema puisi diatas adalah mengenai rasa cinta seorang penyair terhadap seseorang. Perasaan tersebut diungkapkan dengan pernyataan bahwa aku lirik tidak akan meninggalkan seseorang tersebut meskipun ia sudah meninggal dunia. Irama yang ada dalam puisi tersebut sangat tepat dan baik. Penggalan kata demi kata dalam setiap baitnya mengikuti unsur irama yang ada, bahasa yang digunakan sangat sederhana dan menggunakan diksi a a a a. Nada dan suasana puisi diatas, mengungkapkan perasaan penyair yang sedang merasakan putus asa. Penyair juga mampu menciptakan  suasana dan nada khusuk, sedih yang cenderung romantis, namun menimbulkan optimisme. Sehingga sajak tersebut sangat jelas indah.
6.                  Puisi diatas mengandung amanat yang sangat positif bagi saya. Hal positif tersebut mengenai kehidupan. Bahwa manusia hidup di dunia tidak selamanya, namun kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat nanti. Kita hidup didunia harus bisa melakukan hal baik dan menjadi yang terbaik, bermanfaat untuk orang disekitar kita, sehingga nanti jika kita telah tiada, orang-orang tetap merasakan bahwa kita ada didekat orang yang kita sayangi. Dan seorang penyair meninggal hanya meninggalkan sebait karyanya agar dapat dikenang oleh setiap pembacanya.
7.                  Setelah saya membaca dan mengapresiasikan puisi diatas, saya menyarankan puisi tersebut dibaca oleh kalangan remaja baik untuk umum, pelajar, maupun mahasiswa. Karena, amanat yang terkandung dalam puisi tersebut sangat ternilai dan berarti bagi pembaca yang membaca puisi tersebut. Penyair melalui puisi tersebut mengingatkan kita sebagai pembaca,bahwa orang-orang yang selama ini dicintai dan mencintainya dirinya akan selalu ada meskipun secara jasad sudah tiada. Keberadaan dirinya akan selalu dirasakan melalui karya-karya puisi yang ditulisnya. Puisi-puisinyalah yang nantinya akan menemani setiap orang-orang yang merindukannya. Dan dapat menjadi pembelajaran bagi pelajar maupun mahasiswa dalam berlatih mengkritik karya sastra.
2.2.3        Responden 3. (widya pangestika)
1.                  .Menurut saya puisinya sangat bagus sekali, dari isi puisi tersebut berisi tentang pengalaman dan pelajaran untuk kita kedepannya dalam menjalani kehidupan.
2.                   Ada, pada bait  “Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi” yang menceritakan hal yang dimana yang belum pernah dialami oleh seseorang yang sekarang masih diberi kesempatan untuk hidup atau untuk menjalani hidup, dan akan dialami nanti ketika sudah tiba waktunya.
3.                  Sedih, karena sesuatu yang belum dialami oleh kita akan dialami nanti oleh kita diwaktu yang akan datang.
4.                   Memperoleh pengalaman yang baru, karena kita belum mengalami pengalaman yang terjadi dalam cerita pada bait-bait puisi tersebut. Kita akan mengalaminya nanti dan semua orang pun akan mengalaminya.
5. Tema dari puisi tersebut bertemakan tentang kerohanian atau keagamaan, dalam puisi tersebut menceritakan tentang dimana pada suatu hari nanti semua orang akan kembali lagi kepada sang pencipta.
Irama dan nada pada puisi tersebut ialah kesedihan. Puisi tersebut menggambarkan tentang semua orang yang ada di dunia ini pada akhirnya akan kembali lg kepada sang pencipta.
Suasana pada puisi tersebut ialah suasana kesedihan, yang di mana sang pencipta Sapardi Djoko Damono menceritakan tentang seseorang yang kedepannya akan merasakan bahwa hidupnya kelak akan kembali lagi kepada sang ilahi.
6. Bahwa di dalam kehidupan ini harus memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang baik dan positif. Karena, di dalam kehidupan ini semuanya adalah milik yang maha kuasa dan semuanya akan kembali kepada sang pencipta.
7.Kepada semua orang, agar mereka mengetahui bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan kelak akan kembali lagi kepada sang ilahi.





















2.2.4        DESKRIPSI RESPON PEMBACA
Setelah penulis mengumpulkan data hasil wawwancara terhadap respondens, disini penulis akan mendeskripsikan hasil wawancara atau pendapat para respondens tersebut mengenai puisi Sapardi Djoko Damono dengan sajaknya yang berjudul pada suatu hari nanti.
2.3.1 Deskripsi Puisi
Pada suatu hari nanti jasadnya seorang penulis atau penyair tesebut tidak aka nada lagi, namun dia menuliskan sebuah isi hati yang diungkapkan dalam bait-bait sajak yang dimana sang penulis itu berkata tidak akan rela sendiri. Ketika sang penyair tidak ada, maka tidak ada seseorang yang akan mendengar suaranya lagi, hanya bersama sajak yang ia buat itu orang akan dapat merasakan diarinya masih ada dan penyair sangat berharap dalam karyanya itu akan selalu dikenang, walaupun impiannya sudah tidak dikenal kembali.
2.3.2 Deskripsi Hasil Respondens
Dalam puisi ini, penulis mengangkat tiga respondens untuk menganalisis puisi tersebut.
Dengan menggunakan metode wawancara ini penulis dapat melihat perbedaan pendapat dari respondens. Memang dalam menganalisis puisi itu selalu memliki pendapt yang berbeda dari setiap yang membacanya, pendapat ini tergantung dari pemahaman pembaca terhadap puisi tersebut, lalu digambarkan dengan suasana hatinya. Biasanya pendapat atau komentar mengenai suatu puisi tersebut sangat dipengaruhi oleh perasaan dan pengetahuannya, sehingga pembaca mampu menafsirkan puisi tersebut dengan baik.
Dilihat dari hasil wawancara, perbedaan pendapat kerap terjadi anatara respondens pertama,kedua dan ketiga. Respondens pertama dan respondens ketiga mengatakan bahwa puisi tersebut sangat bagus, pendapat mereka juga mengatakan bahwa puisi ini menceritakan tentang si pumyair ketika meninggal namun dia masih ingin dikenang lewat sajak-sajaknya dan juga bagaimana menjalankan kehidupan tersebut agar dapat dikenang oleh orang lain. Respondens kedua memiliki pendapat yang berbeda, ia berpedapat bahwa puisi tersebut menggambarkan perasaan  cintanya sang penyair kepada seseorang.
Hal yang menarik juga memiliki pendapat yang berbeda dari setiap respondens. Ketiga respondens ini, setelah membaca puisi tersebut semuanaya mendapatkan pengalaman baru, yang dimana para respondens itu belum pernah mengalami hal seperti itu, tidak hanya pengalaman baru yang respondens dapatkan, akan tetapi respondens juga merasakan bahwa mendapatkan sebuah nasehat tersendiri dari puisi tersebut.
Menentukan teman dalam puisi itu tergantung sampai dimana kita dapat memahami isi dari puisi tersebut,bagaimana penghayatannya juga. Sehingga, dalam hal ini respondens memiliki pendapat yang berbeda-beda. Respondens pertama berpendapat bahwa puisi tersebut bertemakan tentang kematian, respondens kedua berpendapat bahwa bertemakan rasa cinta terhadap seseorang dan respondens ketiga berpendapat bahwa puisi tersebut bertemakan tentang kerohanian atau religi.
Puisi tersebut memberikan dampak positive terhadap pembacanya, terutama pada respondens itu sendiri. Respondens merasa bahwa setelah membaca puisi tersebut mendapatkan motivasi bahwa waktu semasa hidup itu jangan pernah disia-siakan karena hidup di dunia hanya satu kali oleh karena itu, menjadilah orang yang bermakna sehingga akan selalu dikenang oleh orang lain melalui karya atau kebaikannya walaupun orang tersebut sudah tidak ada dalam artian orang itu sudah meninggal.
Respondens juga menyarankan kepada semua orang untuk membaca puisi , agar mereka juga mendapatkan pengalaman baru serta motivasi yang lebih seperti apa yang dirasakan oleh respondens tersebut. Sehingga, dalam begitu diharapkan untuk lebih baik lagi kedepannya.

BAB III
KESIMPULAN

            Dengan menggunakan pendekatan pembaca ini memberikan kesempatan pembaca untuk mengisi ruang kosong yang ada dalam puisi tersebut. Peran pembaca dalam menentukan makna teks ((karya sastra) itu sangat sentral secara individu ataupun personal, pembaca dapat menentukan makna teksnya tersendiri.















DAFTAR PUSTAKA
Waluyo, Herman J.2002. Apresiasi Puisi. Jakarta: gramedia Pustaka Utama.
            Pradopo, Rachanat Djoko.2012. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

















ANALISIS SAJAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENDEKATAN PEMBACA

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Apresiasi Puisi
Dosen: Ira Rahayu, S.Pd., M.Pd.

Oleh: Santi Nindi Asih
Npm : 112050105
Kelas : 2E

                                   

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
CIREBON
2013

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dengan Puisi, Aku (taufiq ismail)

Khawatir perihal jodoh?