bersama terompet



BERSAMA TEROMPET

Pagiku hilang diguyur hujan
Langkah, kemana lagi aku harus melangkah
Haripun akan segera usai
Haruskah aku usang seperti kelender, yang tergulung dengan sejuta kenangan?
Aku bertanya kepada kemarau:
Lantas taka da jawaban/
Aku bertanya pada hujan:
Kapan kau reda?
Basah yang aku dapat.

Aku tersipu didepan pintu
Kemana aku harus menjajahkan terompet-terompet
Kalau ku melangkah, basah sudah
Kalau aku diam, maka tak makanlah




BERSAMA TEROMPET

Pagiku hilang diguyur hujan
Langkah, kemana lagi aku harus melangkah
Haripun akan segera usai
Haruskah aku usang seperti kelender, yang tergulung dengan sejuta kenangan?
Aku bertanya kepada kemarau:
Lantas taka da jawaban/
Aku bertanya pada hujan:
Kapan kau reda?
Basah yang aku dapat.

Aku tersipu didepan pintu
Kemana aku harus menjajahkan terompet-terompet
Kalau ku melangkah, basah sudah
Kalau aku diam, maka tak makanlah


Comments

Popular posts from this blog

Dengan Puisi, Aku (taufiq ismail)

APRESIASI PUISI ANALISIS SAJAK MENGGUNAKAN RESPON PEMBACA

Khawatir perihal jodoh?